Adeltus Lolok: Out of my Box

Internet Marketing, Social – Humanity, Public Administration, Go Green, Lifestyle

Akankah Gula Digolongkan sebagai Barang Berbahaya?

1 Comment

sugar1Gula merupakan bagian erat dari kehidupan kita sehari-hari. Akan tetapi para ahli telah lama menggolongkan barang manis ini sebagai zat yang berakibat buruk bagi tubuh manusia. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa gula seharusnya diatur dan dibatasi penggunaannya sebagaimana obat.

Dalam jurnal Nature tahun 2012, gula dinyatakan sebagai zat beracun yang seharusnya dibatasi peredarannya sebagaimana tembakau dan alkohol. Hasil penelitian menujukkan bahwa konsumsi gula berlebih (dalam aneka bentuk termasuk sukrosa) tidak hanya menyebabkan kegemukan, tetapi juga merusak hati, mengganggu proses metabolisme, menurunkan fungsi otak dan memicu timbulnya aneka penyakit seperti penyakit jantung, diabetes bahkan kanker.

Karenanya para ahli berpendapat bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat akan efek negatif gula tidaklah cukup mengingat begitu banyaknya pilihan makanan dan minuman yang mengandung gula. Mereka mengharapkan adanya pengawasan yang lebih luas, atau bahkan pajak untuk mengendalikan konsumsi gula.

Meskipun demikian, Anda mungkin berhenti sejenak membaca artikel ini lalu menyeruput kopi serta mengunyah sejumput kue pie nan manis.

Sebelum pemerintah benar-benar membatasi peredaran gula, ada baiknya Anda membatasinya dengan alasan cinta terhadap tubuh Anda sendiri. Berikut beberapa alasan lainnya mengapa Anda harus mengurani konsumsi gula:

Makan disaat Stress.

cookies

Manis itu tak selamanya baik.

Dalam keadaan stress, tanpa sadar kita sering lari kepada makanan/minuman, termasuk yang manis-manis. Kenapa? Penelitian menunjukkan bahwa disaat mengkonsumsi sesuatu yang manis, otak kita berperilaku sama saat pecandu narkoba atau alkohol mengkonsumsi barang haram terebut. Zat gula ternyata juga membuat saraf otak akan bereaksi memproduksi Dopamine, suatu zat kesenangan yang menyebabkan munculnya rasa ketagihan (baca lebih lanjut tentang Dopamine di: Narkoba yang Paling Berbahaya di Dunia).

Jeffrey Fortuna, peneliti dari California State University menyarankan untuk menghindari makanan olahan (seperti biscuit, coklat dll) dan minuman manis disaat stress. Lebih baik mengisi tubuh dengan semangkok bubur. Kalaupun ingin mengkonsumsi sesuatu yang ‘bergula’ gunakanlah sedikit gula coklat (brown sugar).

Kabut Otak (Brain Fog)

Pernahkah Anda merasa blank tiba-tiba atau seperti kehilangan ide sama sekali? Mudah-mudahan kejadian itu tidak dalam keadaan meeting dengan bos. Sebuah penelitian dari University of California menyatakan bahwa konsumsi gula berlebih membentuk radikal bebas di dalam otak yang mempengaruhi kemampuan sel otak dalam berkomunikasi. Menurut si peneliti, Fernando Gomez Pinilia, radikal bebas tersebut menurunkan kemampuan kita dalam mengingat instruksi, memproses ide, dan mengolah mood.

American Heart Association menyarankan konsumsi gula jangan melebihi 9 sendok sehari untuk pria dan 5 sendok untuk wanita. Ini tentu termasuk gula yang Anda konsumsi dalm aneka bentuk tanpa disadari seperti buah, sirup, coke, kue, glukosa (nasi, roti, mie, dll). Karenanya biasakan untuk meminum kopi atau teh tawar saja.

Penuaan Kulit

coffee

Godaan yang manis.

Gula membantu mempercepat proses penuaan kulit, sebagaimana juga diakibatkan oleh rokok dan sinar Ultraviolet (dari matahari). Saat kolagen dan elastin (zat yang mendukung kelenturan kulit) dirusak oleh matahari atau radikal bebas lainnya, maka kulit akan berusaha memperbaikinya kembali. Akan tetapi kemampuan ini akan menurun seiring pertambahan usia. Keberadaan gula dalam kulit akan berikatan dengan asam amino yang telah dirusak oleh radikal bebas. Ikatan yang baru ini akan semakin menghambat mekanisme perbaikan kulit sehingga dalam kurun waktu tertentu akan menyebabkan tampilan wajah yang lebih tua dari aslinya.

Tidak ada jalan lain bila Anda ingin mempertahankan kesehatan kulit. Hindari konsumsi gula sebisa mungkin. Jika Anda masih terbiasa mengkonsumsi soft drink, mungkin sudah saatnya untuk berpikir lebih sehat.

Reaksi Lamban

Otot biasanya menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar karena mudah dipecah menjadi glukosa, yaitu bentuk gula sederhana yang cepat menghasilkan energy. Tetapi makanan (snack) olahan yang dinyatakan aman karena hanya mengandung ‘pemanis alami/natural sweetener” kemungkinan hanya mengandung fruktosa, yaitu sejenis gula yang hanya bermetabolisme di hati, bukan di otot. Akibatnya Anda malah loyo dan lamban.

Untuk itu Dr. Richard Johnson dari Universisty of Colorado lebih menyarankan mengkonsumsi makanan ringan (snack bar) mengandung glukosa (bukan fruktosa) sebelum latihan olahraga.

Advertisements

Author: Adeltus Lolok

Berbagi merupakan keindahan...walaupun yang kita miliki tinggallah senyuman dan untaian kata...

One thought on “Akankah Gula Digolongkan sebagai Barang Berbahaya?

Masukkan komentar Anda di sini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s